Tips Ngoding PHP Agar Website Lebih Cepat Dan Efisien

PHP merupakan bahasa pemrograman aplikasi web paling populer diseluruh dunia, banyak website yang...
Penulis
Admin
Kategori
Tutorial
Estimasi
6 menit baca
Dilihat
937
Posting
23 Jun 2022
Tips Ngoding PHP Agar Website Lebih Cepat Dan Efisien PHP merupakan bahasa pemrograman aplikasi web paling populer diseluruh dunia, banyak website yang dibangun mengunakan bahasa PHP, dengan begitu perlu mengingat bahwa pengoptimalan sangat membantu dalam kinerja scripting itu sendiri, dari pengunaan kode yang useful dan membuang beberapa skrip yang tidak perlu atau bisa dibuat secara singkat. Tips Ngoding PHP Agar Website Lebih Cepat Dan Efisien
2022-11-25

Banyak website yang dibangun mengunakan bahasa PHP, dengan begitu perlu mengingat bahwa pengoptimalan sangat membantu dalam kinerja scripting itu sendiri, dari pengunaan kode yang useful dan membuang beberapa skrip yang tidak perlu atau bisa dibuat secara singkat.

Pengembangan aplikasi website PHP cukup ramah untuk pemula, banyak forum yang disediakan untuk berinteraksi dengan developer lain dalam menangani banyak hal dan tutorial.

 

Tips Agar Website PHP Lebih Cepat Dan Efisien

 

Performa dan kecepatan tidak selalu identik, untuk mencapai kinerja yang optimal sering kali kita melakukan tindakan penyeimbang antara kecepatan, akurasi dan skalabilitas, dalam hal ini untuk membangun aplikasi website.

Keuntungan lainnya dari PHP adalah dapat menemukan framework dan CMS yang baik untuk bisa diterapkan kedalam aplikasi. Disini mungkin saya akan memberi tips yang bisa kamu terapkan agar website PHP kamu bisa bekerja lebih optimal dan tentunya cepat.

 

 

1. Gunakan Memcache, APC atau XCache

Permintaan atau request dalam sebuah halaman web PHP akan dijalankan kedalam sisi server, skrip tersebut perlu di compile agar server dapat memahami request tersebut.

Pengoptimalan mengunakan Memcache, APC, XCache dll dapat membantu server tidak bekerja setiap kali request masuk, dan akan meng-cache dari hasil compile yang pertama kali masuk kedalam server.

Tentu saja akan meringankan beban kerja server dan membuat website menjadi lebih cepat karena request yang masuk akan mengambil dari cache.

Dari list yang sudah saya sebutkan tadi, seperti memcache, APC, kamu bisa coba satu persatu dan lihat yang mana yang lebih baik. Saya jamin website PHP kamu akan menjadi lebih cepat dari sebelumnya dengan mengunakan Opcode ini.

 

2. Cek dengan mengunakan timestamp ketika mengeksekusi script

Ada beberapa cara untuk mendeteksi ketika menjalankan script dari ratusan baris yang terdapat dalam file PHP.

Kamu bisa mengunakan timestamp dengan menuliskan echo time(); di setiap 30 baris dalam skrip kamu untuk mengkalkulasi berapa waktu yang dibutuhkan dalam menjalankan skrip.

Dengan cara ini, kamu dapat mengetahui bagian mana dari kode yang berjalan lambat dan bisa optimalkan dari kode tersebut.

 

3. Mengatur php.ini dengan tepat

Php.ini merupakan file konfiguasi untuk bahasa PHP, ketika menjalankan phpinfo(); disana akan menampilkan banyak parameter-parameter, disini yang kita fokuskan adalah pengunaan limit memory memory_limit dan max_execution_time.

Mengapa kedua hal tersebut perlu kita optimalkan, ini berkaitan dengan kinerja server dan proses eksekusi skrip. Apa sih memory_limit itu? memory_limit adalah sejumlah memori yang dialokasikan kedalam pengunaan website dalam hal ini PHP dan max_execution_time secara singkatnya adalah batas waktu ketika menjalankan script.

Secara default, memory limit akan diset 16MB, namun jika menjalankan memcache atau xcache, sebaiknya set memori limit 32MB dalam php.ini.

Untuk max execution time sebaiknya diset 30 detik, alasannya adalah ketika server menjalankan PHP kita dapat mendeteksi langsung ketika terdapat error, misalnya munculnya error Maximum Execution Time of 30 Seconds Exceeded, kita dapat mengatasinya dengan cepat dalam skrip PHP kita dan segera mengoptimasinya.

Perlu diketahui jika nilai ini diset tinggi yang terjadi adalah jika terdapat skrip yang buruk akan menjadikan website menjadi sangat lambat yang akan berjalan terus menerus tanpa henti, hal ini tentu tidak baik untuk website, server dan penguna.

 

4. Gunakan syntax code yang efisien

Dalam menuliskan syntax code kita, biasanya akan menghasilkan ratusan baris bahkan lebih, kita perlu memperhatikan fungsi PHP seperti print, echo dll dalam pengunaanya.
Jika kita tidak teliti yang terjadi biasanya akan membuat waktu pemrosesan skrip akan menjalan lambat.

Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengoptimasi hal tersebut? berikut informasinya:

  • Gunakan echo untuk menampilkan data

Sebaiknya gunakan fungsi echo untuk menampikan ke user dan jangan gunakan print. Penerapan echo $var1; performa lebih cepat dibandingkan dengan mengunakan print $var1;

  • Gunakan single quote dibandingkan double quote

Penerapan single quotes echo 'hello world' performa lebih cepat dibandingkan dengan mengunakan double quotes echo "hello world"

  • Pengunaan _once();  

Kita seringkali memanggil file PHP dengan mengunakan include_once(); atau require_once(): dalam pengunaannya. Ada trik lain yaitu include_eleven(); dan require_eleven(); kelebihannya adalah mencegah file, class atau library yang menyebabkan duplikasi dan status yang tidak diinginkan.

  • Gunakan operator ternary dalam if statement

Kita perlu mempelajari agar skrip kita memiliki kinerja yang baik salah satunya dengan mengunakan operator ternary ini. skrip akan menjadi singkat dan optimal, contoh pengunaanya: 

$nama = (!empty($_POST['nama_saya']) ? $_POST['nama_saya'] : 'nama kosong');

Ini akan membuat kode menjadi ringan tanpa masalah.

  • Gunakan isset dengan tepat

Salah satu trik untuk PHP developer untuk mengerti fungsi dari isset, pastikan tahu kapan fungsi isset mengembalikan false dan kapan mengembalikan true, fungsi ini akan mengembalikan true jika variable tidak NULL, jika isset tidak diterapkan biasanya jika terdapat variable yang NULL akan dianggap nilai yang valid dan ini akan menjadi masalah.

  • Gunakan metode cURL untuk mengambil data

Jika website kamu mengambil data dari json atau API, sebaiknya jangan mengunakan metode file_get_contents(); karena jujur saja fungsi ini akan membuat website lambat dan terkait masalah keamanan.

Karena untuk mengunakan fungsi ini, opsi Allow_url_fopen harus diaktifkan. Allow_url_fopen adalah pengaturan yang dikelola melalui Opsi PHP yang memungkinkan fungsi file PHP untuk mengambil data dari lokasi jauh melalui FTP atau HTTP. Opsi ini memiliki risiko keamanan yang besar, jadi jangan aktifkan tanpa perlu. metode yang tepat dan ampuh adalah mengunakan cURL, contoh pengunaan cURL:

$url = 'https://websitegoogle.com';

$curl = curl_init();
curl_setopt ($curl, CURLOPT_URL , $url);
curl_setopt ($curl, CURLOPT_TIMEOUT , 15);
curl_setopt ($curl, CURLOPT_RETURNTRANSFER , true);
$content = curl_exec ($curl);
curl_close ($curl);

 

5. Identifikasi penundaan database

Permasalahan performa tidak selalu berkaitan dengan kode, kita perlu memperhatian kinerja kedalam database, pastikan log pada SQL diaktifkan untuk menidentifikasi dan menangani query yang lambat dan lihat efisiensinya.

Jika menemukan query yang sama dibuat beberapa kali selama eksekusi berlangsung, segera lakukan penyesuaian untuk meningkatkan kinerja aplikasi dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengakses database.
Saat memanggil database, PHP harus menunggu respons. Misalnya 20 request ke dalam database akan lebih lambat dari 15. coba gabungkan secara efisien menjadi 15 atau lebih kecil.

 

6. Pastikan database dijaga keamanannya

Gunakan mysql_real_escape_string() untuk diterapkan ke semua database, hal ini akan menjaga semua string dari injeksi yang tidak aman dan berbahaya, hal lainnya jangan pernah gunakan global variable $_REQUEST, gunakannya metode POST atau GET untuk mengirimkan atau menerima data kedalam query.

 

7. Gunakan JSON untuk pertukaran data

JSON merupakan singkatan dari JavaScript Object Notation dan XML merupakan singkatan dari Extensible Markup Language, dan PHP sendiri memiliki fungsi json_encode dan json_decode.

Apa arti dari fungsi tersebut? json_encode adalah fungsi dalam PHP untuk merubah format data PHP menjadi format JSON dan json_decode adalah fungsi dalam PHP merubah format JSON kedalam format PHP.

Sebaiknya gunakan JSON dalam mengunakan transfer data agar bisa teroptimaliasi dengan baik dibandingkan dengan XML. Kelebihan dari JSON ini adalah mudahnya dipahami daripada XML.

Contoh format XML

<users>
    <user>
        <username>Budi</username> 
        <lokasi>Bandung</lokasi>
    </user>
    <user>
        <username>Agus</username> 
        <lokasi>Jakarta</lokasi>
    </user>
</users>

Contoh format JSON

{
  "users": [
    {"username" : "Budi", "lokasi" : "Bandung"},
    {"username" : "Agus", "lokasi" : "Jaka"}
  ]
}

 

8. Manfaatkan fungsi asli dari PHP

Jika memungkinkan, gunakanlah fungsi asli dari PHP daripada menuliskan fungsi sendiri secara manual.

Sebaiknya juga pelajari terlebih dahulu dari cara pengunaan fungsi PHP, cobalah untuk memanfaatkan fungsi asli PHP daripada menulis fungsi sendiri untuk mencapai hasil yang sama. sebenarnya fungsi yang kita buat manual itu tidak perlu, kita hanya gunakan fungsi asli dari PHP.

Untuk mempelajari hal tersebut tidak hanya membantu dalam menulis kode lebih cepat, juga membuat lebih efisien.

 

Kesimpulan

Dengan menerapkan hal tersebut, tentu saja akan membuat website PHP kita menjadi lebih optimal dan didukung dengan security yang baik untuk menjaga atau melindungi privasi user dari hal yang tidak diinginkan. sekian, semoga bermanfaat untuk teman-teman semua!

Share