Mengenal Array Dalam PHP

Dalam PHP, Array adalah data yang terstruktur untuk menyimpan data atau elemen dalam satu variabe...
Penulis
Admin
Kategori
Website
Estimasi
5 menit baca
Dilihat
1.2K
Posting
10 Jul 2022
Mengenal Array Dalam PHP Dalam PHP, Array adalah data yang terstruktur untuk menyimpan data atau elemen dalam satu variabel, nilai ini disimpan sebagai key dan value. Array dibuat dengan menggunakan function array dan memiliki tiga jenis diantaranya: Array Numeric, Assosiative Array dan Multidimensional Array. Mengenal Array Dalam PHP
2022-11-25

Ketika belajar bahasa pemrograman, penggunaan data adalah salah satu elemen penting dari aplikasi yang kita buat untuk menampilkan ke user atau keperluan lainnya. Dalam mengelola data biasanya menggunakan beberapa metode salah satunya adalah array atau larik. Array digunakan dalam bahasa pemrograman untuk menampung data yang terstruktur dengan nama dan nilai yang berurutan dengan tipe data yang sama.

 

Mengenal Array PHP: Contoh Dan Jenis Array PHP

 

 

Metode ini sangat perlu untuk kita kuasai entah dalam bahasa pemrograman apapun karena merupakan dasar dalam mengelola data. Dalam artikel kali ini, kita akan sama-sama mempelajari Array dalam PHP, contoh implementasinya, mengenali berbagai jenis-jenisnya seperti: Assosiative, Multidimension, Numeric lalu cara untuk menampilkannya dengan metode tertentu.

 

1. Apa itu Array dalam bahasa pemrograman PHP

Dalam PHP, Array atau larik adalah data yang terstruktur untuk menyimpan data atau elemen dalam satu variabel, nilai ini disimpan sebagai key dan value. Umumnya semua data dalam larik memiliki tipe data yang sama.

Metode ini dibuat dengan menggunakan function khusus yaitu array() dan memiliki tiga jenis diantaranya: Numeric, Assosiative dan Multidimensional. Sebagai contoh ketika ingin menyimpan data-data tipe mobil, metode ini bisa menjadi alat untuk menyimpan data-data tersebut dalam satu variabel saja. Karena jika tidak menggunakannya, kalian akan membutuhkan banyak variabel untuk menyimpan data yang berbeda-beda dan cukup sulit untuk dipahami jika diterapkan dalam skala yang besar.

Disini kita akan mencontohkan untuk menyimpan data-data tipe mobil dengan menggunakan array dasar akan terlihat seperti ini:

$tipe_mobil = array('Sedan', 'Kapsul', 'Sport', 'Truk');

print_r($tipe_mobil);

 

Variabel $tipe_mobil digunakan untuk menyimpan berbagai tipe mobil yang berbeda, dalam metode jenis yang lain, hal ini dapat digunakan untuk menambahkan banyak elemen dan memanipulasi nilai pada variabel. 

Metode diatas merupakan jenis numeric atau index angka, yang dimulai dari index 0. Jika ditampilkan secara mentah akan seperti ini:

Array
(
      [0] => Sedan
      [1] => Kapsul
      [2] => Sport
      [3] => Truk
)

 

Kita lanjut ke bagian cara untuk mengakses data dengan menggunakan beberapa metode lain.

 

2. Cara mengakses elemen Array dalam PHP

Pada bagian ini, kita akan membuat beberapa metode untuk mengakses elemen dan mengambil disetiap datanya. Disini kita akan menggunakan cara pertama yaitu mengambilnya dengan key dan index dari variabel tersebut.

$array = array('Sedan', 'Kapsul', 'Sport', 'Truk');

// mengambil elemen pertama dalam variabel $array
echo $array[0];
echo "<br>";

// mengambil elemen kedua dalam variabel $array
echo $array[1];
echo "<br>";

// mengambil elemen ketiga dalam variabel $array
echo $array[2];
echo "<br>";

// mengambil elemen keempat dalam variabel $array
echo $array[3];
echo "<br>";

 

Maka yang akan dihasilkan adalah sedan, kapsul, sport dan truk. Cara tersebut hanya efektif jika memiliki data yang tidak banyak, jika suatu variabel memiliki data yang cukup banyak, sebaiknya mengunakan metode lain yaitu foreach atau for. Cara untuk menggunakan perulangan foreach untuk melakukan iterasi melalui setiap elemen pada array, yaitu dengan cara:

$array = array('Sedan', 'Kapsul', 'Sport', 'Truk');

foreach($array as $data) {
  echo $data . '<br>';
}

 

Menggunakan metode foreach menghasilkan output yang sama dengan cara pertama dan hanya memerlukan lebih sedikit syntax. Atau bisa juga menggunakan metode for untuk melakukan perulangan seperti berikut:

$array = array('Sedan', 'Kapsul', 'Sport', 'Truk');
$jumlah_array = count($array);

$i = 0;

for($i; $i < $jumlah_array; $i++) {
  echo $array[$i] . '<br>';
}

 

Metode for digunakan untuk menelusuri setiap index dalam array dan menampilkan nilai yang tersimpan. Untuk menggunakan metode for, harus menggunakan perbandingan jumlah dalam array untuk menghasilkan output yang sesuai dengan jumlah dari index tersebut. Yang kita gunakan dalam contoh adalah fungsi count, fungsi ini bertujuan untuk menghitung berapa banyak elemen dalam variabel larik.

 

3. Jenis-jenis pada Array PHP

Beberapa jenis array dalam PHP yang dapat kalian gunakan dalam membuat sebuah aplikasi, diantaranya:

 

Numeric array pada PHP

 

1. Array Numeric

Jenis ini dapat digunakan untuk menyimpan semua jenis elemen pada index yang berupa angka dan dimulai dari nol. Beberapa contoh yang sudah ditampilkan sebelumnya, kita sebenarnya sudah mengunakan pendekatan metode Numeric, seperti contoh potongan syntax berikut:

$array = array();
$array[0] = 'Sedan';
$array[1] = 'Kapsul';
$array[2] = 'Sport';
$array[3] = 'Truk';

 

Assosiative array pada PHP

 

2. Array Assosiative

Jenis ini sebenarnya mirip dengan numeric, namun data tidak disimpan secara linear. Setiap key pada string telah ditentukan oleh user untuk menentukan sebuah nilai.

Beberapa contoh pendekatan dengan metode Assosiative:

$pegawai = [
  'nama' => 'Budi',
  'email' => '[email protected]',
  'nomor_telepon' => '123456789',
];

 

Kemudian untuk mengakses data dari nilai-nilai Assosiative bisa mengunakan metode perulangan foreach.

foreach($pegawai as $key => $value) {
  echo $key . ': '. $value . '<br>';
}

 

Maka hasil yang akan didapatkan adalah:

nama: Budi
email: [email protected]
nomor_telepon: 123456789

Dari hasil tersebut, kita mendapat key dan value berupa string dari key seperti nama, email dan nomor_telepon dari setiap nilai-nilainya dengan mengunakan perulangan foreach. Metode perulangan foreach nantinya akan banyak digunakan dalam menampilkan data dalam aplikasi websitemu kedepannya. Mengunakan Assosiative sangat mudah dipahami dibandingkan dengan Numeric, apalagi jika data-data yang digunakan banyak sekali.

3. Array Multidimensional

Multidimensional merupakan jenis metode yang dapat menyimpan lebih dari satu bentuk index larik didalamnya. Dalam jenis sebelumnya, sebuah key dan value hanya diisi dengan nilai yang ingin kita gunakan. Namun dalam Multidimensional ini cukup berbeda, kita lihat seperti dicontoh.

$pegawai = [
  'nama' => 'Budi',
  'email' => '[email protected]',
  'nomor_telepon' => '123456789',
  'hobi' => [
    'Main bola', 
        'Main Tenis'
  ],
  'sosial_media' => [
    'facebook' => 'budifb',
    'twitter' => 'buditwitter'
  ]
];

 

Sepeti yang kita lihat, perbedaan yang cukup terasa adalah terdapat larik numeric baru didalam key string hobi untuk menyimpan nilai dari key hobi. Key string dari sosial_media yang menyimpan beberapa larik Assosative untuk menyimpan data-data tertentu. Lalu kita lihat bagaimana cara untuk menampilkan dari nilai hobi dan sosial_media:

echo $pegawai['nama']; // output yang dihasilkan adalah Budi
echo $pegawai['email']; // output yang dihasilkan adalah [email protected]
echo $pegawai['nomor_telepon']; // output yang dihasilkan adalah 123456789
echo $pegawai['hobi'][0]; // output yang dihasilkan adalah Main Bola
echo $pegawai['hobi'][1]; // output yang dihasilkan adalah Main Tenis
echo $pegawai['sosial_media']['facebook']; // output yang dihasilkan adalah budifb
echo $pegawai['sosial_media']['twitter']; // output yang dihasilkan adalah buditwitter

 

Multidimensional dapat diakses dengan index dan key pada setiap elemen array $pegawai.

 

4. Beberapa function yang bisa digunakan dalam penggunaan Array PHP

Beberapa fungsi ini bisa kalian gunakan dalam memanipulasi, memeriksa, menambahkan atau menghapus elemen pada sebuah array. Berikut adalah fungsi-fungsinya:

1. Fungsi in_array

Fungsi ini untuk memeriksa apakah elemen yang diperiksa terdapat pada variabel larik. Contoh:

$array = array('Sedan', 'Kapsul', 'Sport', 'Truk');

// memeriksa apakah elemen 'Sport' terdapat pada variabel $array
if (in_array('Sport', $array)) {
    echo 'Benar';
} else {
    echo 'Salah';
}

 

2. Fungsi is_array

Fungsi ini untuk memeriksa apakah variabel yang diperiksa merupakan sebuah larik atau tidak. Contoh:

$array = array('Sedan', 'Kapsul', 'Sport', 'Truk');

// memeriksa apakah variabel tersebut adalah sebuah array
if (is_array($array)) {
    echo 'Benar';
} else {
    echo 'Salah';
}

 

3. Fungsi array_push

Fungsi ini digunakan untuk menambahkan elemen array baru kedalam urutan larik yang ada. Fungsi array_push akan menambah nilai atau elemen baru pada akhir sebuah urutan. Contoh syntax:

$array = array('Sedan', 'Kapsul', 'Sport', 'Truk');

// menambahkan elemen baru kedalam variabel array $array
array_push($array, 'F1');
print_r($array);

 

Fungsi array_push dapat digunakan jika sebuah variabel sudah memiliki nilai yang berisi larik. Dan fungsi ini akan menambahkan elemen baru dalam akhir sebuah urutan..

4. Fungsi array_pop

Fungsi ini dapat menghilangkan dan mengambil data pada akhir urutan larik. Mari kita mulai dengan menghilangkan dulu, contoh syntax:

$array = array('Sedan', 'Kapsul', 'Sport', 'Truk');

//menghapus urutan akhir pada variabel array yaitu Truk
array_pop($array);
print_r($array);

 

Selain dapat menghilangkan urutan akhir, fungsi ini juga dapat mengambil dan mengembalikan elemen kedalam sebuah variabel, contoh syntax:

$array = array('Sedan', 'Kapsul', 'Sport', 'Truk');

//mengambil urutan akhir pada array kedalam variabel $hasil
$hasil = array_pop($array);
print_r($hasil);

 

Output yang dihasilkan adalah

True

 

5. Fungsi array_reverse

Fungsi ini digunakan untuk mengubah urutan menjadi terbalik, ini berguna jika ingin mengubah urutan data secara terbalik, contoh syntax:

$array = array('Sedan', 'Kapsul', 'Sport', 'Truk');

//mengubah urutan data array secara terbalik didalam variabel $array
$hasil = array_reverse($array);
print_r($hasil);

 

6. Fungsi array_map

Fungsi ini mengirimkan nilai melalui fungsi manual dan mengembalikan array dengan nilai yang baru. Contoh syntax:

function perkalian($angka) {
  return($angka * $angka);
}

$list_angka = array(1, 2, 3, 4, 5);
$hasil = array_map("perkalian", $list_angka);

print_r($hasil);

 

7. Fungsi array_slice

Fungsi ini dapat digunakan untuk mengekstrak berbagai elemen dalam sebuah larik. Untuk mengunakannya, beri variabel larik lalu diikuti dengan posisi elemen pertama (terhitung dari index 0) dan jumlah elemen yang ingin diekstrak, contoh syntax:

$offset = 2;
$jumlah = 5;

$array = array(1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10);

$hasil = array_slice($array, $offset, $jumlah);
print_r($hasil);

 

Kesimpulan

Beberapa metode dalam bahasa pemrograman khususnya PHP dapat mempermudah pekerjaan para developer. Dan pada artikel ini, kita sudah membahas bagaimana cara kerjanya, seperti apa contohnya dan fungsi-fungsi apa saja yang bisa bekerja bersamaan dengan array.

Share