Panduan Dan Daftar HTTP Status Code Lengkap

Interaksi antara website dengan browser biasanya dilakukan dengan cara mengirimkan dan menerima b...
Penulis
Admin
Kategori
Website
Estimasi
7 menit baca
Dilihat
1.2K
Posting
03 Dec 2021
Panduan Dan Daftar HTTP Status Code Lengkap Interaksi antara website dengan browser biasanya dilakukan dengan cara mengirimkan dan menerima beberapa pesan perintah salah satunya adalah HTTP status code. HTTP status code adalah sejumlah pesan perintah yang dikirimkan oleh browser kepada suatu halaman website untuk mengidentifikasi suatu permasalahan. Panduan Dan Daftar HTTP Status Code Lengkap
2022-11-25

Interaksi antara website dengan browser biasanya dilakukan dengan cara mengirimkan dan menerima beberapa pesan perintah salah satunya adalah HTTP status code. HTTP status code adalah sejumlah pesan perintah yang dikirimkan oleh browser kepada suatu halaman website untuk mengidentifikasi suatu permasalahan.

Untuk mengetahui pesan kode status HTTP tersebut sangatlah perlu dipahami untuk oleh developer atau pemilik website untuk memonitor jika suatu waktu terjadi seperti itu. Misalnya tiba-tiba terjadi error 500 pada website, dengan mengetahui arti dari kode status HTTP tersebut, developer atau pemilik website dapat dengan mudah untuk menelusuri apa yang sedang terjadi.

 

Memahami HTTP Status Code Berserta Daftarnya

 

Beberapa baris pesan dari kode HTTP akan memberi tahu kepada pemilik website atau developer adanya masalah pada konfigurasi pada server atau website itu sendiri. HTTP status code adalah tool yang bisa digunakan untuk mendiagnosa dan memperbaiki jika terjadi kesalahan-kesalahan dalam website.

Kali ini kita akan membahas satu persatu pesan kode dari status HTTP yang biasa terjadi pada website dan bagaimana cara untuk mengatasinya.

 

 

1. Penjelasan singkat tentang HTTP status code

HTTP status code adalah kode respon yang diberikan pada website. Kode ini digunakan untuk mengidentifikasi penyebab kesalahan pada website.

Komunikasi antara browser dan website adalah dengan mengirimkan beberapa pesan kode yang dikirimkan browser. Jenis Kode tersebut adalah beberapa kode seperti 401, 404, 403 atau 500.

Contohnya kode 404, kode 404 terjadi karena URI tidak yang diminta tidak tersedia dalam server. Ketika browser meminta URI dan tidak tersedia dalam server, maka yang akan terjadi adalah browser akan mengirimkan kode 404 kepada website sebagai tanda bahwa proses yang diminta tidak memenuhi.

Pada intinya, HTTP status code adalah komunikasi antara browser dan website untuk memberi atau menerima pesan tertentu.

 

2. Jenis HTTP status code dan penyebabnya

Untuk mengetahui beberapa dari jenis HTTP code tersebut, biasanya dikelompokan kedalam beberapa klasifikasi untuk membedakan setiap informasi yang diberikan, klasifikasi dari HTTP status code tersebut adalah

  • Kode status HTTP internasional
  • Kode status HTTP sukses/berhasil
  • Kode status HTTP pengalihan/redirection
  • Kode status HTTP kesalahan/error
  • Kode status HTTP kesalahan pada server.

Dan berikut adalah penjelasan dan detailnya dari daftar kode status dari HTTP:

 

Daftar HTTP status code 1xx

 

3. Kode HTTP Internasional (1xx)

Kode status ini memberi tahu bahwa permintaan masih dalam proses karena berbagai alasan, berikut adalah daftar dari status kode HTTP 1xx:

1. 100 (Continue)

100 yang merupakan kode internasional yang menunjukan bahwa browser sudah merespon yang terdiri dari baris status dan header opsional dan dilanjutkan untuk dilakukan pemrosesan.

2. 101 (Switching Protocols)

101 menunjukan server sudah beralih dengan protokol yang berbeda sesuai permintaan dari user.

 

Daftar HTTP status code 2xx

 

4. Kode HTTP Sukses/Berhasil (2xx)

Jenis HTTP kode ini merupakan respon bahwa permintaan berhasil diproses dan bekerja dengan normal, berikut adalah daftar dari status kode HTTP 2xx:

1. 200 (Ok!)

200 yang menunjukan bahwa proses yang diminta berhasil diterima dan dipahami. 

2. 201 (Created)

201 memberitahu bahwa server sudah memenuhi permintaan dari browser dengan membuat resource baru.

3. 203 (Non-authoritative Information)

203 mengindikasi bahwa proses permintaan berhasil dipenuhi namun berasal dari sumber yang berbeda. Bisa melalui proxy atau lainnya.

4. 204 (No content)

204 menunjukan server sudah memenuhi permintaan namun tidak ada konten didalamnya.

5. 205 (Reset content)

205 ini sama seperti status code 204 tidak menampilkan konten didalamnya. Namun kode 205 memberitahu user untuk merefresh tampilan dari dokumen tersebut.

6. 206 (Partial content)

206 mengindikasi bahwa browser sudah menerima permintaan dari server namun hanya sebagian data yang diminta.

 

Daftar HTTP status code 3xx

 

5. Kode HTTP Pengalihan/Redirection (3xx)

Kode HTTP pengalihan atau redirect merupakan proses yang digunakan untuk mengkomunikasikan sumber dengan lokasi yang berbeda. Kode ini biasanya digunakan pada satu link ke link lainnya pada website, berikut adalah daftar dari status kode HTTP 3xx:

1. 300 (Multiple choice)

300 memiliki beberapa response yang dapat dipilih dan user harus memilihnya.

2. 301 (Moved permanent)

301 mengindikasikan tanggapan URI yang diminta sudah berubah dan tanggapan URI yang baru akan diberikan secara permanen.

3. 302 (Resource moved but was found)

302 hampir sama dengan status code 301, yang membedakan hanyalah URI yang diminta hanya diberikan secara sementara.

4. 303 (See other)

303 terjadi ketika user membuat request GET terpisah ke dalam lokasi yang berbeda untuk menerima data dari PUT, POST atau DELETE. Membuat request selain dari permintaan dalam HEAD, server akan secara otomatis mengarahkan ke dalam lokasi yang lain.

5. 304 (Not modified)

304 mengindikasikan sebuah halaman yang diminta belum dirubah atau dimodifikasi sejak permintaan terakhir. Server tidak akan menampilkan isi halaman ketika mendapatkan response dari kode 304.

6. 305 (Use proxy)

305 muncul ketika user tidak mengunakan proxy ketika melakukan request. Status kode 305 memberi tahu user agar mengunakan proxy dan menunjukan proxy apa yang harus digunakan oleh user.

7. 307 (Temporary redirect)

307 merespon permintaan dari lokasi halaman yang berbeda. Status code 307 mengantikan status code 302 sebagai tindakan saat resources dipindahkan sementara ke dalam URI yang berbeda.

8. 308 (Permanent redirect)

308 adalah lanjutan dari status code 301 yang menandakan pengalihan URI kedalam resources baru yang bersifat permanen.

 

Daftar HTTP status code 4xx

 

6. Kode HTTP Kesalahan/Error (4xx)

Kode HTTP ini akan dikembalikan oleh browser ketika terjadi kesalahan dalam server yang gagal diterima atau dimuat. Kode status ini juga menunjukan bahwa ada kesalahan pada permintaan user dan mencegah server untuk memproses data yang diminta, berikut adalah daftar dari status kode HTTP 4xx:

1. 400 (Bad request)

Kode ini memberikan response karena terdapat kesalahan pada sisi user. Server tidak memahami syntax permintaan data dari user.

2. 401 (Authorized required)

Response ini terjadi ketika server membutuhkan otentikasi untuk menampilkan response selanjutnya.

3. 403 (Forbidden)

Server atau host melakukan pemblokiran dalam pengaksesan dan menolak untuk menemukan permintaan dari user.

4. 404 (Not found)

Menunjukan bahwa halaman yang diminta tidak tersedia dalam server.

5. 405 (Method not allowed)

Response ini menunjukkan metode yang ditentukan dalam permintaan yang tidak diizinkan oleh server asal.

6. 406 (Not acceptable)

Halaman tidak dapat merespon dengan konten yang diminta.

7. 407 (Proxy authentication)

Status code ini memberi tahu agar user melakukan mengotentikasi dengan mengunakan proxy dan menunjukan proxy apa yang harus digunakan ketika melakukan permintaan.

8. 408 (Request timeout)

Server kehabisan waktu ketika menunggu request.

9. 409 (Conflict)

Mengindikasi terjadinya conflict di dalam resources yang sama dan server tidak dapat memprosesnya.

10. 410 (Gone)

Status code ini mirip dengan 404, status code 410 memberi tahu bahwa halaman yang diminta memang hilang secara permanen.

11. 411 (Length required)

Memberi tahu bahwa server hanya menerima data dari content-length pada header dan user harus menentukan content-length yang sesuai, agar dapat di terima server.

12. 412 (Pre-condition required)

Muncul ketika browser menyertakan kondisi tertentu dalam headernya dan server tidak dapat memenuhi permintaan tersebut.

13. 413 (Payload too large)

Server menolak untuk memproses request yang diminta karena terlalu besar untuk ditangani.

14. 414 (Request URI is too long)

Ketika melakukan permintaan GET, server menolak URI yang diminta karena terlalu panjang untuk diproses oleh server. 

15. 415 (Unsupported media type)

Halaman yang diminta menolak untuk mendukung tipe media yang ditentukan.

16. 416 (Request range not satisfiable)

Server menolak untuk memenuhi permintaan, karena range yang diminta berbeda dari yang ditentukan atau tidak tersedia. Contohnya server menentukan range 300-500 byte, namun user meminta 100 byte.

17. 417 (Expectation failed)

Server tidak dapat memproses permintaan, karena tidak memenuhi syarat dalam header yang ditentukan.

18. 429 (Too many requests)

Memberi tahu bahwa server tidak mampu untuk menerima permintaan dari user, ini terjadi karena terlalu banyak permintaan dalam kurun waktu tertentu. Biasanya karena bot atau automatic script yang terus menerus mengakses halaman.

19. 499 (Client closed request)

Status code ini dikembalikan oleh web server NGINX, ketika user menutup permintaan disaat NGINX sedang memprosesnya.

 

Daftar HTTP status code 5xx

 

7. Kode HTTP Permasalahan Server (5xx)

Kode HTTP ini akan mengembalikan respon dari server yang terjadi error pada internal server saat mencoba untuk mengakses permintaan, berikut adalah daftar dari status kode HTTP 5xx:

1. 500 (Internal server error)

Server tidak dapat memenuhi permintaan karena terjadinya error pada server.

2. 501 (Not implement)

Kesalahan ini menunjukan server memiliki fungsi dan tidak mengenali metode dalam memenuhi permintaan.

3. 502 (Bad gateway)

Server tidak dapat menerima response yang valid dari upstream seperti pada penggunaan proxy. Server juga tidak menerima permintaan dari kueri atau dalam waktu yang lama, sehingga proses dihentikan oleh server.

4. 503 (Service unavailable)

Server menunjukan kondisi yang sedang tidak tersedia. Biasanya digunakan dalam maintenance yang bersifat sementara atau kelebihan beban kerja.

5. 504 (Gateway timeout)

Ini terjadi karena server tidak menerima permintaan dan merespon dalam waktu yang ditentukan.

6. 505 (HTTP version not supported)

Server tidak mendukung protokol HTTP yang digunakan oleh user.

7. 521 (Web server is down)

Cloudflare tidak dapat terhubung kedalam server asal dalam rentan waktu tertentu sehingga memberikan response HTTP kode status 521.

8. 522 (Connection Time Out)

Terjadi jika website yang mengunakan Cloudflare tidak dapat terhubung dengan server asal dengan beberapa faktor, bisa karena kesalahan pengaturan DNS, firewall yang memblokir Cloudflare, web hosting sedang down, web hosting mengalami overload traffic atau sedang ada masalah dari Cloudflare itu sendiri.

9. 523 (Origin is unreachable)

Terjadi jika website yang menggunakan Cloudflare tidak dapat terhubung dengan server asal dikarenakan oleh beberapa sebab seperti DNS bermasalah atau origin server yang sedang maintenance.

10. 525 (SSL handshake failed)

Merupakan error yang terjadi karena SSL pada Cloudflare tidak terhubung dengan SSL pada server.

 

Kesimpulan

Dengan mengetahui status kode pada HTTP, kalian dapat mendiagnosa berbagai kesalahan dalam website atau server dengan terarah dan dapat menyelesaikannya dengan baik.

Share